Convallis consequat
Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...
Augue nullam mauris
Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...
Donec conubia volutpat
Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...
Primis volutpat tempor
Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...
Turunkan Kolesterol Dengan madu
Kadar kolesterol darah dapat diturunkan dengan 2 sendok makan madu dan 3 sendok teh bubuk kayu manis yang dicampur dalam 16 ounce (16 kali 28 gram kira kira 1 pon = 454 gram) air teh. Ramuan ini dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah sampai 10 persen dalam 2 jam. Madu murni yang diminum sehari-hari meringankan gangguan kolesterol.Madu Untuk Rambut Rontok
Orang yang mengalami kerontokan rambut atau kebotakan dapat memakai campuran minyak zaitun panas, 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis sebelum mandi. Oleskan di kepala dan diamkan selama kira-kira 15 menit setelah itu baru dibasuh. Penelitian itu juga membuktikan ramuan yang didiamkan dikepala selama 5 menit pun tetap efektif.
Madu Tidak Sama Dengan Gula
Meski rasanya sama-sama manis, madu sangat berbeda dengan gula. Ada sebagian masyarakat yang berpikir bahwa minum madu tidak bedanya dengan minum gula. Madu merupakan food supplement alami yang berkhasiat karena mengandung monosacharida yang terdiri atas glukosa dan fruktosa. Madu juga mengandung berbagai jenis vitamin, asam amino, aneka mineral dan 100 jenis zat yang bermanfaat untuk kesehatan. Karena kandungannya, tidak heran jika madu bisa digunakan untuk pengobatan dan makanan suplemen bagi mereka yang sedang menjalani diet.
Sedangkan gula hanya mengandung disakarida yang disebut dengan sukrosa. Madu berasal dari cairan khusus yang dihasilkan tanaman pada bagian bunga dan pucuk daun, yang lebih dikenal dengan sebutan nektar. Madu di dunia tidak sama rasanya karena memang tidak berasal dari satu pabrik. Warna dan jenis madu yang dihasilkan lebah tergantung sumber nektar. Karena itu, setiap jenis madu berbeda rasa, aroma dan khasiat, tergantung dari komponen-komponen tanaman yang menjadi sumber nektar.
Madu yang mengandung glukosa dan fruktosa saat diminum langsung diserap darah sehingga cepat menghasilkan tenaga. Sedangkan gula yang berisi sukrosa baru bisa diserap sekitar beberapa jam kemudian.
Kualitas madu ditentukan kadar air, gula dan hidroksimetil fulfurat (HMF). Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Madu bernomor 01-2545 tahun 1994, kadar air yang dikandung madu maksimal 22 persen. Itupun masih terbilang sangat tinggi, karena standar FAO (organisasi pangan dan pertanian PBB) hanya 20 persen.
Kualitas madu yang mengandung kadar air tinggi akan cepat rusak karena sangat mudah terfermentasi. Karena itu madu harus disimpan di tempat tertutup karena bersifat hidroskopik, --bahan penyerap air. Jika dibiarkan terbuka, maka madu bias mengambil air dari udara.
Madu yang berkualitas tinggi juga mengandung gula sukrosa yang tak terlalu tinggi. Kadar sukrosa madu berdasarkan standar SNI, tidak boleh lebih dari 10 persen. Kadar sukrosa pada madu terjadi akibat madu dipanen muda atau dimasak sesaat setelah panen. Hal itu mengakibatkan matinya enzim invertase dalam madu. Padahal, enzim invertase yang berfungsi mengubah gula rantai panjang menjadi monosacharida.
Oleh: Beny Uleander
Madu Sebagai Suplemen
Madu dapat dikonsumsi setiap hari sebagai makanan tambahan yang berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Mineral dalam madu terdiri atas zat besi, tembaga, silikon, khlor, kalsium, potasium, fosfor, aluminium dan magnesium. Meski begitu, kadar mineral pada madu tetap berbeda-beda, tergantung sumber-sumber mineral tanah yang ditumbuhi bunga dan disedot oleh lebah-lebah untuk menjadi madu.
Siapa saja yang rajin minum madu setiap hari bisa mencegah gangguan paru-paru, tukak lambung, tekanan darah tinggi, meningkatkan kecerdasan, mengobati sakit perut, batuk, selesma, pegal linu, sakit pinggang, kaku pada leher, rematik, pengapuran, sembelit, memperlancar buang air kecil, menyuburkan rambut, menyembuhkan sakit kepala dan meningkatkan stamina.
Madu dapat dikonsumsi siapa saja, --tua maupun muda, bahkan anak usia balita (bawah lima tahun) sebagai suplemen dicampur pisang dan susu demi membantu pertumbuhan tubuh, pengembangan otak dan kecerdasan si balita.
Sejak masih dalam kandungan pun madu sangat baik diberikan melalui seorang ibu, asalkan tidak berlebihan. Zat gula yang mudah diserap tubuh melancarkan pencernaan, menghindarkan kejang (kholik) pada bayi, meningkatkan kecerdasan, mengatasi kebiasaan mengompol, tidur lebih nyenyak, mengatasi batuk, mengatasi gangguan pernapasan, menyuburkan rambut, sembelit dan lain-lain.
Selain mineral, madu juga banyak mengandung zat berupa air, levolusa (d-fruktosa), dekstrosa (d-glukosa), sukrosa, dekstrin, protein, acid-acid tumbuhan, garam-garam galian, gum, resin, debunga, tinggi vitamin C dan semua vitamin yang dibutuhkan tubuh.
Oleh: Beny Uleander
Langganan:
Postingan (Atom)




